Bapel Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengadakan pelatihan jahit sepatu lagi bagi korban luapan lumpur di Sidoarjo bekerjasama dengan Balai Pengembangan Persepatuan Indonesia (BPIPI) Sidoarjo. Acara ini diselenggarakan selama 20 hari dan dimulai Jum'at 16 Juli sampai dengan 7 Agustus 2010, di BPIPI - Tanggulangin, Sidoarjo, sekarang sudah berjalan Pelatihan Jahit Sepatu.(irz)


Kepala Bapel BPLS, Sunarso saat membuka acara pelatihan, Selasa (26/5), menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap korban luapan lumpur di Sidoarjo, yang termasuk daerah PAT dan di sekitar PAT. Ini dimaksudkan untuk mengembalikan sendi-sendi kehidupan warga korban lumpur agar bisa kembali normal.Ada 4 jenis pelatihan yang dilaksanakan, yakni pelatihan olahan pangan, pelatihan jahit sepatu, pelatihan otomotif dan pelatihan sulam pita. Sebelumnya, pada Februari 2009, pelatihan olahan pangan telah dilaksanakan 2 angkatan (1 angkatan 40 orang). Untuk pelatihan Jahit sepatu 1 angkatan (40 orang) dan untuk pelatihan otomotif 1 angkatan (20 orang).Untuk pelatihan kali ini dilaksanakan masing-masing 1 angkatan dengan kuota peserta sama dengan pelatihan sebelumnya. Pada 2008, ada 11 angkatan dengan total 440 orang yang mengikuti pelatihan. 2009 ini, direncanakan sampai 12 angkatan dengan peserta 420 orang. 

Saat ini, telah dilaksanakan 7 angkatan dari 12 angkatan yang direncanakan. Dana pelatihan ini diambil dari APBN dengan anggaran Rp 1 juta per orang (akomodasi dan konsumsi)Sementara itu, untuk pelatihan olahan pangan, sulam pita dan jahit sepatu, semua peserta pelatihan diambil dari kaum perempuan. Hal ini memang sengaja dilakukan untuk kesetaraan gender dan pembuktian bahwa wanita juga dapat bekerja dengan baik. Selain itu, perempuan dianggap lebih teliti dan lebih rapi hasil pengerjaannya dibanding tangan-tangan pria. Sedangkan para pria ditempatkan pada pelatihan otomotif..Saat ini terdapat 60 pabrik sepatu di Jatim dan 2.500 UKM yang bergerak di industri sepatu. Sedangkan data yang masuk di BPIPI / IFSC untuk permintaan terhadap tenaga kerja di dunia industri sepatu sangat tinggi. Tahun ini, permintaan tenaga kerja penjahit sepatu sebanyak 2.000 orang, dari sidoarjo 400 orang, Surabaya 400 orang dan pasuruan 1.200 orang. Sunarso berpesan kepada peserta pelatihan, dalam mengikuti pelatihan harus disiplin, sungguh-sungguh dan kerja keras agar tidak sia-sia dalam mengikuti pelatihan. Ia berharap nantinya peserta setelah mengikuti pelatihan dapat mempunyai skill yang lebih baik, sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.(raa/p)

 --------------------------------

Sumber artikel :http://www.jatimprov.go.id

Last Updated (Thursday, 22 July 2010 13:40)